Manfaat Menjadi Guru

Jadi guru itu gampang-gampang susah. Ya, mau dikatakan gampang, emang gampang dan enak banget. Jika dikatakan susah ada juga susahnya. Kan semua orang sudah tahu nasib guru itu seperti apa. Iya, semua orang sudah tahu, terlebih mereka itu guru kampung lagi honorer.

Gaes, mengingat saya ini adalah Sarjana Ekonomi yang kalau ditanya belajar tentang bisnis, manajemen dan seluk beluk tentang bisnis. Bisa dibilang saya ini sarjana Ekonomi yang telah menjadi guru swasta tingkat sekolah dasar. Yaps, saya adalah seorang guru yang mengajar di sekolah swasta tingkat dasar di desa. Desa apa? Jangan kepo. 

Lalu untuk apa tulisan ini saya dibuat? 

Mau ngeluh nasib saya yang digaji seadanya? Ah, kebanyakan guru juga begitu.

Mau nuntut kesejahteraan? Alhamdulillah berkat kerja sampingan lumayan untuk menyambung hidup. 

Mau menghilangkan status jomblo? Oh, mungkin iya.

Selama tulisan ini saya posting, kurang lebih tujuh bulan saya mengajar, banyak sesuatu yang saya dapati. Iya benar kata buku yang pernah saya baca, menurutnya, bahwa jika ingin dapat uang, maka sedekahlah dengan uang. Jika ingin terhindar dari malapetaka, sedekahlah. Jika ingin dapat istri cantik, kaya, keturunan orang baik dan agamanya bagus, maka ambilah cermin lalu berkacalah dulu. Yang terakhir ini adalah pendapat saya. Tapi bisa kok dapat istri yang direkomendasikan Nabi Muhammad kita. Kuncinya ada pada DUIT (Doa Usaha Ikhtiar dan Tawakal).

Kembali ke soal mengajar, ketahuilah bahwa saya ini belum pas menyampaikan sebuah presentasi atau pendapat. Kecuali presentasi kuliah, skripsi dan presentasi lomba. Ya, walaupun tidak bagus-bagus amat. Saya rasa untuk pemula, bolehlah. Dengan menjadi guru, maka kesempatan saya untuk ngomong banyak itu banyak. 

Dan jika ingin mendapatkan ilmu, maka sedekahlah dengan ilmu. Buku yang pernah saya baca lagi pun menyarankan, bahwa dengan berbicara, kita bisa meningkatkan kecerdasan intelektual. Tentunya yang kita bicarakan adalah hal-hal yang intelektual lagi bermanfaat dan bukan malah ngomongin orang yang tidak-tidak alias negatif, menggunjing atau memfitnah yang ternyata lebih kejam daripada pembunuhan.

Dengan gaji pas-pas-an. Saya berharap semoga dengan mengajar ini saya bisa menjadi pembicara yang handal. Setidaknya kan bisa jadi pejabat yang memang diharuskan untuk piawai dalam Public Speaking. Wow, langkah awal untuk menjadi pembicara dan pejabat sudah di depan mata. Maka nikmat Tuhan manakah yang kau dustakan?

Menjadi guru selain kita bisa berbagi ilmu dan pengalaman. Kita juga bisa belajar dari mengajar itu. Ya, dengan mengajar kita pun dapat belajar. Mau tahu, belajar apa? Bisa memenej diri, menjadi psikolog, pendakwah, pembisnis dan pejabat. Widih tinggi amat khayalannya. Memang ini khayalan tingkat dewa. Intinya tak ada yang tidak mungkin. Mungkin bisa direalisasi. Pasti kalau memang kita itu kuat dan tahan banting seperti Superman.

Kesimpulan sementara saya, bahwa menjadi guru itu tidaklah mudah. Gaji yang kurang manusiawi. Pusing kepala akibat mengajar. Stress yang berkepanjangan. Lama banget keluar gajinya. Kecuali guru PNS yang selain gaji pokoknya juga ditambah lagi dengan uang lainnya. Inilah yang membuat saya penasaran dan ingin meneliti guru itu bagaimana.

Yang terpenting itu adalah niat kita dalam mengajar. Saya sudah tahu dari orang-orang yang cerita bahwa guru itu nasibnya begini begitu. Kalau pikir-pikir untuk mencari materi atau uang, buat apa saya mengajar. Banyak kerjaan lain bisa saya kerjakan. So, sungguh amal itu berasal dari niat.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Manfaat Menjadi Guru"

Posting Komentar