Belok Kanan Barcelona
adalah film yang dibintangi oleh Morgan Oey sebagai Francis Lim, Mikha
Tamboyang sebagai Retno Wulandari, Deva Mahendra sebagai Jusuf Hasanudin biasa
dipanggil Ucup, dan Anggika Bolsterli sebagai Farah Lestari
Film yang mengisahkan
tentang empat sahabat yang sedari satu sekolah bersama meraih cita dan cinta.
Cukup gampang banget untuk mengetahui alur dari cerita film ini, yaitu empat
sekawan yang sedari SMA dulu memendam rasa cinta, namun diantara mereka tak ada
yang berani mengungkapkan satu sama lain. Akhirnya bisa saya katakan menjadi
cinta segi empat.
Mengapa bisa saya
katakan cinta segi empat? Ada dua alasan untuk membuktikan bahwa ini adalah
cinta segi empat.
Pertama,
Francis Lim yang berbeda keyakinan dari tiga sahabatnya suka dengan Retno
Wulandari begitu juga dengan Retno. Karena berbeda keyakinan, akhirnya Retno
dengan terpaksa menolak cintanya Francis, walaupun ia juga punya perasaaan yang
sama dengan Francis Lim.
Yang saya salut dengan
perkataan kedua orang tua Retno itu adalah, “Nak, kata ibunya “Pasangan berbeda
agama itu sulit, sebaiknya jangan ya!”. Tegas ibunya dengan lembut. “Nanti
kalau bisa serius, nanti kamu terpaksa memilih antara agama atau jodoh, itu
posisi yang berat. Iya kalau kamu terpaksa yang memilih, kalau dia yang
terpaksa yang memilih bagaimana? Apa kamu tega sama dia kalau dia harus memilih
Tuhannya atau kamu. Francis itu anak baik, tapi saran bapak, jangan nak” Kata
ayah Retno.
Kedua,
Jusuf Hasanudin atau dipanggil Ucup ini diam-diam juga menyukai Farah Lestari.
Tapi sebelum mau mengatakan pada Farah, Farah udah cerita duluan bahwa ia menyukai
Francis Lim. Nah hal inilah yang membuat Ucup bingung dan belum pernah berkata
pada Farah bahwa ia menyukai Farah sejak dari sekolah.
Dengan alur maju mundur
membuat saya asyik dan cukup menarik bagi saya menontonnya, walau nontonnya di
layar ponsel lewat aplikasi Hooq, tetap seru dan menarik menurut saya. Sutradara
Guntur Soeharjanto dan penulis cerita cukup baik meramu film yang diangkat dari
novel yang berjudul sama dengam filmnya ini. Saya sih, melihat saja belum
pernah novelnya, apalagi membacanya.
Entah berapa biaya
pembuatan film Belok Kanan Barcelona ini, dan seberapa besar pendapatannya. Saya
katakan ini film syutingnya di empat negara dan benua yang berbeda.
Setelah lulus SMA,
mereka yang sudah dewasa terpisah di empat benua yang berbeda. Masalah dimulai
ketika Francis mengirimkan undangan kepada tiga sahabatnya bahwa ia akan segera
menikah dengan gadis Spanyol di Barcelona. Ketiga sahabat itu pergi
masing-masing dari berbeda negara menuju Barcelona.
Francis yang kini telah
menjadi seorang pianis Indonesia pertama yang memenangkan Grammy Award. Konflik
pun mulai terjadi saat Francis mengumumkan pernikahannya dengan seorang gadis
Spanyol, Inez (Millane Fernandez) dan mengundang ketiga sahabatnya untuk datang
kepernikahannya di Barcelona. Retno yang tinggal di Copenhagen, berjanji akan
datang meski merasa sedih. Undangan Francis membuat Farah yang
tinggal di Vietnam harus bergerak dan menyatakan cintanya yang dipendam selama
ini pada Francis. Sedangkan Ucup, yang tinggal di Cape Town mengetahui niat
dari Farah, ia berangkat untuk mencegah Farah. Di lain sisi, Francis mengalami
kebimbangan antara menikahi Inez atau sekali lagi menyatakan cintanya pada
Retno.
Begitulah gambaran
cerita film ini yang menurut saya sederhana namun berbiaya mahal dengan modal
syuting pada beberapa Negara dan benua yang tentunya tidak sedikit mengeluarkan
modal. Saya salut, film ini keren.

Belum ada tanggapan untuk "Review Film Belok Kanan Barcelona"
Posting Komentar