Bagi penikmat film, tentu setiap kali selesai menonton sebuah film bertanya kenapa filmnya kayak gitu? Kenapa endingnya menggantung? Dan sederet pertanyaan lainnya yang mungkin semua orang yang suka nonton pernah juga mengalami hal seperti itu.
Biasanya juga kalau di ending film itu menggantung, saya misalnya, ketika habis nonton film, mulai meyakini bahwa ini film bakalan ada kelanjutannya deh. Ya, kalau dipikir-pikir tergantung dari produsernya kale, jika filmnya sukses, tentu ia akan mulai berpikir untuk melanjutkan. Kalau filmnya anjlok, wassalam.
Tak semua kisah hidup manusia yang kita dengar itu berakhir dengan happy ending atau sad ending. Kadang juga menggantung. Ya, seperti pada film lah pokoknya. Nah, inilah ending film yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber.
Berikut adalah penjelasannya:
Pertama, Happy Ending
Ending ini jelas paling sering dipakai di
berbagai film. Dimana peraturan di happy ending adalah semua tujuan pemeran
utama tercapai dan semua hambatan atau masalah terselesaikan. Happy ending
kadangkala menjadi kepuasan tersendiri bagi para penonton melihat akhir bahagia
dari kisah sang tokoh utama. Contoh: Begin Again, Eat Pray Love, dll.
Kedua, Sad Ending
Tipe ending ini jelas kebalikan dari happy
ending. Dimana kadang tujuan pemeran utama tak tercapai, tapi hambatan
terselesaikan, atau kebalikannya atau tidak dua-duanya terselesaikan. Tujuannya
adalah memancing emosi penonton dengan akhir cerita yang membuat sesak,
menyedihkan, atau bahkan berujung tragis bagi tokoh-tokoh protagonis dalam
film. Tapi, sad ending bisa jauh meninggalkan kesan yang lebih mendalam
ketimbang happy ending. Contoh: Me Before You, Fault in Our Stars.
Ketiga, Cliffhanger/Open Ending
Cliffhanger atau di indonesiakan 'ending gantung'
ini juga sering dipakai di film-film yang berat. Jenis ending ini bersifat
menggantung, di mana penonton dipersilakan untuk menafsirkan sendiri
kelanjutannya. Ending ini ada tujuannya untuk membuat penonton ketika selesai
menonton, bukan hanya meninggalkan kesan bagus atau tidaknya, tapi ia terus
memikirkan film ini dan terus berasumsi apa yang sebenarnya terjadi di film
tersebut. Contoh: The Dark Knight Rises, Insidious 1.
Keempat, Twist Ending
Jelas, penikmat twist ending buanyak banget.
Karena, film dengan tipe ending seperti ini seringkali mengundang rasa
penasaran dan memancing penonton untuk menebak-nebak bagaimana akhir ceritanya.
Ending yang tak tertebak, membuat penonton makin menikmati keseruan alur film
dan fokus mengikuti ceritanya. Banyak penulis skenario memilih alternatif
ending ini untuk memuaskan penontonnya. Contoh: Fight Club, Se7en, The Usual Suspect.
Kelima, Shocking Ending
Shocking Ending biasanya memiliki ending yang
diluar dugaan dan mengejutkan alias tak sesuai pikiran penonton. Yang awalnya
dengan mudah nebak-nebak alur, ternyata ketika di ending, benar-benar
mengejutkan. Contoh: Logan, Infinity War.
Apa bedanya Twist dan Shocking Ending?
Pada film yang memiliki twist ending, sejak awal cerita biasanya kita
disuguhkan dengan banyak misteri dan banyak hal-hal janggal yang mengundang
rasa penasaran, sehingga ikut menebak-nebak bagaimana film dapat menguraikan
hal-hal janggal itu pada saat cerita berakhir. Sementara shocking ending
menyuguhkan akhir cerita yang cukup mengejutkan yang selama film berlangsung,
tidak kita duga akan terjadi peristiwa yang demikian.

Belum ada tanggapan untuk "Lima Jenis Ending dalam Film"
Posting Komentar