Lima Jenis Ending dalam Film

Bagi penikmat film, tentu setiap kali selesai menonton sebuah film bertanya kenapa filmnya kayak gitu? Kenapa endingnya menggantung? Dan sederet pertanyaan lainnya yang mungkin semua orang yang suka nonton pernah juga mengalami hal seperti itu.

Biasanya juga kalau di ending film itu menggantung, saya misalnya, ketika habis nonton film, mulai meyakini bahwa ini film bakalan ada kelanjutannya deh. Ya, kalau dipikir-pikir tergantung dari produsernya kale, jika filmnya sukses, tentu ia akan mulai berpikir untuk melanjutkan. Kalau filmnya anjlok, wassalam.

Tak semua kisah hidup manusia yang kita dengar itu berakhir dengan happy ending atau sad ending. Kadang juga menggantung. Ya, seperti pada film lah pokoknya. Nah, inilah ending film yang sudah saya rangkum dari berbagai sumber.



Berikut adalah penjelasannya:

Pertama, Happy Ending 

Ending ini jelas paling sering dipakai di berbagai film. Dimana peraturan di happy ending adalah semua tujuan pemeran utama tercapai dan semua hambatan atau masalah terselesaikan. Happy ending kadangkala menjadi kepuasan tersendiri bagi para penonton melihat akhir bahagia dari kisah sang tokoh utama. Contoh: Begin Again, Eat Pray Love, dll.    
                         
Kedua, Sad Ending

Tipe ending ini jelas kebalikan dari happy ending. Dimana kadang tujuan pemeran utama tak tercapai, tapi hambatan terselesaikan, atau kebalikannya atau tidak dua-duanya terselesaikan. Tujuannya adalah memancing emosi penonton dengan akhir cerita yang membuat sesak, menyedihkan, atau bahkan berujung tragis bagi tokoh-tokoh protagonis dalam film. Tapi, sad ending bisa jauh meninggalkan kesan yang lebih mendalam ketimbang happy ending. Contoh: Me Before You, Fault in Our Stars.

Ketiga, Cliffhanger/Open Ending

Cliffhanger atau di indonesiakan 'ending gantung' ini juga sering dipakai di film-film yang berat. Jenis ending ini bersifat menggantung, di mana penonton dipersilakan untuk menafsirkan sendiri kelanjutannya. Ending ini ada tujuannya untuk membuat penonton ketika selesai menonton, bukan hanya meninggalkan kesan bagus atau tidaknya, tapi ia terus memikirkan film ini dan terus berasumsi apa yang sebenarnya terjadi di film tersebut. Contoh: The Dark Knight Rises, Insidious 1.

Keempat, Twist Ending

Jelas, penikmat twist ending buanyak banget. Karena, film dengan tipe ending seperti ini seringkali mengundang rasa penasaran dan memancing penonton untuk menebak-nebak bagaimana akhir ceritanya. Ending yang tak tertebak, membuat penonton makin menikmati keseruan alur film dan fokus mengikuti ceritanya. Banyak penulis skenario memilih alternatif ending ini untuk memuaskan penontonnya. Contoh: Fight Club, Se7en, The Usual Suspect.

Kelima, Shocking Ending

Shocking Ending biasanya memiliki ending yang diluar dugaan dan mengejutkan alias tak sesuai pikiran penonton. Yang awalnya dengan mudah nebak-nebak alur, ternyata ketika di ending, benar-benar mengejutkan. Contoh: Logan, Infinity War.

Apa bedanya Twist dan Shocking Ending?  

Pada film yang memiliki twist ending, sejak awal cerita biasanya kita disuguhkan dengan banyak misteri dan banyak hal-hal janggal yang mengundang rasa penasaran, sehingga ikut menebak-nebak bagaimana film dapat menguraikan hal-hal janggal itu pada saat cerita berakhir. Sementara shocking ending menyuguhkan akhir cerita yang cukup mengejutkan yang selama film berlangsung, tidak kita duga akan terjadi peristiwa yang demikian.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Lima Jenis Ending dalam Film"

Posting Komentar