Gelas kedua, meski
memberikan air dalam jumlah yang sama, kadar rasa nikmatnya tidak seperti gelas
pertama. Terjadi penurunan kadar kenikmatan itu, sebab saatnya sudah bergeser
tidak begitu tepat lagi.
Gelas ketiga,
barangkali hanya kita habiskan setengahnya, sebab saat yang tepat untuk
menghilangkan rasa haus itu sudah hilang, telah dibayar lunas oleh gelas
pertama dan gelas kedua.
Saat yang tepat memang
memberikan rasa nikmat yang tak didapat dari saat yang tidak tepat. Orang
merasa nikmat dalam makan dan minum hanya pada saat ia merasa lapar dan haus.
Jika rasa lapar dan hausnya sudah hilang, rasa nikmat itupun hilang. Hanya
sampai disitu kadar saat yang tepatnya.
Oleh karena itu, orang yang makan
secara berlebihan dianggap saudaranya setan, sebab menghilangkan rasa nikmat
dengan cara memilih saat yang tidak tepat (terus saja makan meski sudah
kenyang) adalah perbuatan setan. Ini berlaku untuk semua urusan.
Saat yang tepat selalu
datang dari kesehatan jiwa, kerja keras, dan perjuangan tak kenal lelah.

Belum ada tanggapan untuk "Saat yang Tepat"
Posting Komentar