Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak


Saya kira film ini akan membosankan juga tatkala memang kita ketahui, bahwa untuk saat ini film Indonesia masih berkutat pada persoalan horor dan drama seperti sinetron TV. Memang saat ini dunia perfilman Indonesia itu sudah mengalami kemajuan. 

Memang kalau bikin film itu tidak mudah. Butuh proses yang sangat panjang. Serta melibatkan ratusan bahkan ribuan orang. Sekali lagi saya tekankan, film itu tidak mudah dan sangat membutuhkan biaya yang sangat besar. Walaupun untuk saat ini, saya belum pernah terlibat sedikitpun, tapi ini bisa kita dapatkan berlimpah ruah pada beberapa sumber terpercaya.

Kembali ke pembahasan kita, film yang berjudul Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak ini mengisahkan tentang perjuangan seorang janda yang berjuang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Setelah ditinggal mati oleh suaminya.

Marlina si Pembunuh dalam Empat babak, cerita dibagi sesuai dengan judul, yaitu empat babak. 

Babak pertama, ia didatangi oleh lelaki tua yang mengaku sebagai tamu. Kemudian, lelaki tua itu meminta dilayani bagaikan seorang tamu. Lelaki tua itu memaksa Marlina untuk membuatkannya kopi dan kue. Kemudian ia berkata kepada Marlina bahwa nanti malam akan datang lima orang kawannya lagi dan meminta untuk dibuatkan sup ayam supaya dimakan bersama-sama.

Malam pun tiba, sekawanan lelaki tua itu datang dengan mengendarai pick up. Sambil bercengkrama, sup yang dimasak Marlina pun selesai. Kemudian mereka makan dengan lahap. Tak sadar apa yang dimakannya, hingga menewaskan mereka seketika.

Setelah itu, Marlina pun masuk ke kamar yang ternyata lelaki tua itu sudah diranjangnya. Terjadilah sebuah adegan perkosaan, dan seketika kepala lelaki tua itu putus dipotong Marlina.

Babak kedua, Marlina pergi melapor ke polisi atas perkosaan yang dialaminya. Repot juga kalau sudah melakukan laporan perkosaan. Perlu bukti, perlu visum dan lagian kondisi alam sangat jauh dari pemukiman ramai hingga ia  memutuskan untuk pulang kerumah.

Babak ketiga, diperjalanan pulang Marlina mendapat ancaman bahwa untuk datang segera  ke rumahnya. Sebab, temannya yang sedang hamil itu disandera oleh kawanan lelaki tua yang sudah memperkosanya itu.

Babak keempat, Marlina tiba dirumah. Kawan lelaki tua itu lalu meminta untuk dibuatkan sup ayam oleh temannya yang hamil itu. Karena tidak tahan mendengar sahabatnya yang akan diperkosa. Terjadilah pemotongan kepala lagi.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak"

Posting Komentar