Saya
kira film ini akan membosankan juga tatkala memang kita ketahui, bahwa untuk
saat ini film Indonesia masih berkutat pada persoalan horor dan drama seperti
sinetron TV. Memang saat ini dunia perfilman Indonesia itu sudah mengalami
kemajuan.
Kembali
ke pembahasan kita, film yang berjudul Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak
ini mengisahkan tentang perjuangan seorang janda yang berjuang dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya. Setelah ditinggal mati oleh suaminya.
Marlina
si Pembunuh dalam Empat babak, cerita dibagi sesuai dengan judul, yaitu empat
babak.
Babak pertama, ia didatangi oleh lelaki tua
yang mengaku sebagai tamu. Kemudian, lelaki tua itu meminta dilayani bagaikan
seorang tamu. Lelaki tua itu memaksa Marlina untuk membuatkannya kopi dan kue.
Kemudian ia berkata kepada Marlina bahwa nanti malam akan datang lima orang
kawannya lagi dan meminta untuk dibuatkan sup ayam supaya dimakan bersama-sama.
Malam
pun tiba, sekawanan lelaki tua itu datang dengan mengendarai pick up. Sambil
bercengkrama, sup yang dimasak Marlina pun selesai. Kemudian mereka makan
dengan lahap. Tak sadar apa yang dimakannya, hingga menewaskan mereka seketika.
Setelah
itu, Marlina pun masuk ke kamar yang ternyata lelaki tua itu sudah
diranjangnya. Terjadilah sebuah adegan perkosaan, dan seketika kepala lelaki
tua itu putus dipotong Marlina.
Babak kedua, Marlina pergi melapor ke polisi
atas perkosaan yang dialaminya. Repot juga kalau sudah melakukan laporan
perkosaan. Perlu bukti, perlu visum dan lagian kondisi alam sangat jauh dari
pemukiman ramai hingga ia memutuskan
untuk pulang kerumah.
Babak ketiga, diperjalanan pulang Marlina
mendapat ancaman bahwa untuk datang segera
ke rumahnya. Sebab, temannya yang sedang hamil itu disandera oleh
kawanan lelaki tua yang sudah memperkosanya itu.
Babak
keempat, Marlina tiba dirumah. Kawan lelaki tua itu lalu meminta untuk
dibuatkan sup ayam oleh temannya yang hamil itu. Karena tidak tahan mendengar
sahabatnya yang akan diperkosa. Terjadilah pemotongan kepala lagi.

Belum ada tanggapan untuk "Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak"
Posting Komentar