Saya kenal orang
yang lulus kuliah diusia 21 tahun, tapi tidak mendapatkan pekerjaan sampai usia
27 tahun. Saya kenal orang yang telat lulus kuliah diusia 25 tahun, tapi
langsung mendapat pekerjaan. Saya kenal orang yang tidak pernah kuliah, tapi
telah menemukan passion mereka diusia 18 tahun.
Saya kenal orang
punya anak tapi tidak punya pasangan. Saya kenal orang yang sudah menikah tapi
harus menunggu 8-10 tahun untuk memiliki anak. Saya kenal orang yang terikat
dalam suatu hubungan tapi mencintai orang lain. Saya kenal orang yang saling
mencintai tapi tidak bersama-sama.
Maksud saya
adalah segala sesuatu dalam hidup terjadi sesuai waktu kita, jam kita. Kamu
mungkin melihat temanmu yang menurutmu lebih baik darimu atau temanmu yang
kondisimu lebih buruk darimu. Tapi segalanya terjadi sesuai dengan kecepatan yang
masing-masing. Mereka semua punya waktu dan jam sendiri, begitu juga dengan
kita.
Saat berusia 25
tahun Marc Coban menjadi pelayan bar di Dallas. J.K Rowling harus menunggu
sampai berusia 32 tahun untuk menerbitkan Harry Potter setelah ditolak 32
penerbit. Ortegi meluncurkan ZARA saat dia berusia 39 tahun. Jack Ma memulai
Alibaba saat dia berusia 35 tahun. Morgan Freeman mendapatkan peran yang besar
saat berusia 52 tahun. Steve Carell baru mendapat perannya setelah berusia 40
tahun. Virgin yang dirintis oleh Richard Branson saat usia 34 tahun.
Mendapatkan
gelar setelah berusia 25 tahun masih merupakan sebuah prestasi. Belum menikah
diusia 30 tahun tapi tetap bahagia itu indah. Membangun keluarga setelah usia
35 tahun masih memungkinkan. Membeli rumah setelah usia 40 tahun tetaplah
hebat.
Jangan biarkan
orang lain membuatmu terburu-buru sesuai dengan waktu mereka. Karena seperti
yang Eintein katakan. “ Tidak semua yang diperhitungkan dapat dihitung. Dan
tidak semua yang bisa dihitung, bisa diperhitungkan”.
Dan ini
merupakan hal paling penting. Saya ingin kalian menciptakan hidup yang
bermakna, bertujuan dan memberikan kebahagiaan bagi dirimu, dan belajar cara
menggunakannya untuk memberikan pengaruh dan perbedaan buat hidup orang lain.
Itulah yang disebut dengan sukses sejati.
Kreasi : Jay Shetty
Subtitel : Chandra Hasyim

Belum ada tanggapan untuk "Be Patient, We Have Our Own Time"
Posting Komentar