Udah hampir puluhan
ribu episode sinetron di buat. Dari satu judul sinetron saja, jumlah episodenya
bisa sampai ratusan bahkan ribuan. Itu tergantung ratingnya. Bila ratingnya
rendah, maka hanya beberapa belasan episode saja. Bahkan sinteronnya, abis
begitu saja kalau ratingnya rendah. Contoh seperti sinetron yang ditayangkan di
SCTV, Saur Sepuh, setelah beberapa kali tidak tayang, akhirnya sinetronnya
benar-benar tidak tayang selamanya. Mungkin masih banyak lagi yang lainnya.
Tentu tidak semua
sintron seperti itu. Masih banyak pilihan tontonan di rumah kita. Sinetron
religi misalnya. Saat ini, sinetron religi bukan hanya di bulan puasa saja,
tapi diluar bulan puasa pun ada. Coba kita saksikan sinetron Jodoh Wasiat Bapak
yang tayang setiap hari di ANTV. Ceritanya, dalam kampung itu setiap hari pasti
ada orang yang meninggal. Meninggal akibat dibunuh arwah yang menuntut
pembalasan dendam akibat perbuatan jahat seorang ketika arwah itu ketika masih
hidup. Intinya begitu sepengetahuan saya. Tapi di dalam Islam memang ada hantu
yang bisa bunuh orang?
Tapi kita patut
apresiasi dengan produsernya. Berkat dia, setidaknya kita bisa terhibur di
malam hari. Apalah daya saya ini yang hanya bisa mengkritik karya orang lain.
Saya tidak bisa membuat sinetron yang bagus. Jangankan buat sinetron,
ngebayangin aja sudah tidak mungkin. Walaupun begitu, sebagai masyarakat yang
hidup di Negara demokrasi, saya berhak menyampaikan pendapat.
Sinetron jaman now atau
sinetron masa kini itu tayangnya tiap hari. Ini sungguh berbeda dengan jaman
saya waktu kecil yang mana sintron itu tayang setiap pekan. Jadi, kalau sudah
sinetronnya panjang, tak jarang waktu tayangnya memakan waktu bertahun-tahun,
sintron Bidadari contohnya.
Kalau boleh ditambahkan
lagi. Sinetron itu kepanjangan dari Sinema Elektronik. Yang namanya elektronik,
ya tentu untuk diputar pada barang-barang elektronik TV.

Belum ada tanggapan untuk "Sinetron Jaman Now"
Posting Komentar