Sang Motivator

Yang biasa ikut seminar motivasi sukses akan merasa bersemangat tatkala mendengar pembicaraan motivasi sukses ala motivator tersebut. Siapapun bersemangat, apalagi bagi mereka yang baru pertama pergi ke sebuah seminar motivasi. Kebanyakan motivasi tentang kekayaan bergelimang harta, istri yang cantik dan tentunya bisa bisa keliling dunia tentunya. Ada beberapa seminar yang pernah saya ikuti, baik itu motivator kota sendiri maupun motivator yang berskala nasional katanya.

Tapi, saya tidak menyangka, ternyata seminar motivasi yang pertama kali saya ikuti adalah seminar tentang membaca. Lebih tepatnya keajaiban membaca. Waktu itu, saya hanya diberi info oleh Ibu kepala sekolah bahwa hari minggu akan ada sebuah seminar. Bagi murid yang mau ikut, silahkan datang saja ke hotel yang tak jauh dari sekolah kami. Saya masih belum tahu apa itu seminar. Ternyata setelah ikut esoknya, ternyata benar-benar melejit bin ajaib. Semangat untuk membaca saya berkobar. Apalagi dari pembelian tiket yang seharga 25 ribu itu, kita langsung diberi sebuah buku oleh panitia. Duh, senang sekali rasanya dikasi buku.

Bagi umat Islam, membaca itu sebuah keharusan. Apalagi ayat Al-Quran pertama kali turun itu adalah perintah membaca. Dengan membaca kita bisa jadi apa-apa yang tidak kita ketahui. Harus diakui banyak para tokoh-tokoh pembesar dunia maupun Indonesia mereka adalah orang-orang yang suka membaca. Pendiri bangsa kita adalah orang yang suka membaca. Kalau mau tahu lebih lengkapnya, buktikan saja perkataan saya ini.

Dengan segala kerendahan diri, saya sudah buktikan ini, banyak hal-hal yang tidak diketahui menjadi tahu saat kita membaca. Karena orang kalau sudah semakin tahu, dia akan tahu semakin sedikit yang dia tahu. Walaupun saya sadar, tahu saya selama ini sangat terbatas. Tapi setidaknya saya sudah tahu bahwa saya pernah menyampaikan perintah membaca yang menurut keyakinan saya ini. 

Membaca adalah proses berpikir. Jadi, memang terkadang membaca itu perlu juga latihan. Dan saya tahu betul, bagi teman saya yang tidak terlalu suka membaca buku. Apalagi buku teks serius. Sebagai contoh, buku teks untuk kuliahan, itu membacanya memang butuh energi ekstra. Latihan adalah kuncinya. Ala bisa karena biasa. Kalau hari ini bisa baca 1 halaman, besoknya dua halaman. Cantiknya itu, kita membaca satu bab dengan sekali duduk. 

Begitu banyak peran pemerintah dalam menggalakan supaya masyarakatnya agar mau membaca. Sebagai contoh, dibangunnya gedung perpustakaan, pemilihan duta baca, hingga lomba menulis dan baca puisi. Semua itu adalah upaya-upaya untuk meningkatkan gairah membaca. Bukan hanya itu, komunitas sastra dan club kepenulisan juga banyak yang mewarnai dunia literasi Kalbar ini.

Saya berterimakasih sekali dengan perpustakaan daerah, sebab dengan banyaknya koleksi-koleksi buku, saya bisa menyelesaikan pendidikan sarjana saya ini. Dan saya tidak menafikan peran perpustakaan yang ada di kampus. Semua sangat membantu. Bahkan berkat beberapa buku tentang motivasi membaca dan menulis itulah saya mampu menulis dan tentunya menjadi rajin membaca. Sesuai dengan kapasitas saya. Ya, walaupun, saya akui saya ini orangnya tidak terlalu rajin amat, tapi ada beberapa teman yang mengatakan bahwa Rahmat itu suka amat membaca dan menulisnya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Sang Motivator"

Posting Komentar