Yang biasa ikut
seminar motivasi sukses akan merasa bersemangat tatkala mendengar pembicaraan
motivasi sukses ala motivator tersebut. Siapapun bersemangat, apalagi bagi
mereka yang baru pertama pergi ke sebuah seminar motivasi. Kebanyakan motivasi
tentang kekayaan bergelimang harta, istri yang cantik dan tentunya bisa bisa
keliling dunia tentunya. Ada beberapa seminar yang pernah saya ikuti, baik itu
motivator kota sendiri maupun motivator yang berskala nasional katanya.
Bagi umat Islam,
membaca itu sebuah keharusan. Apalagi ayat Al-Quran pertama kali turun itu
adalah perintah membaca. Dengan membaca kita bisa jadi apa-apa yang tidak kita
ketahui. Harus diakui banyak para tokoh-tokoh pembesar dunia maupun Indonesia
mereka adalah orang-orang yang suka membaca. Pendiri bangsa kita adalah orang
yang suka membaca. Kalau mau tahu lebih lengkapnya, buktikan saja perkataan
saya ini.
Dengan segala
kerendahan diri, saya sudah buktikan ini, banyak hal-hal yang tidak diketahui
menjadi tahu saat kita membaca. Karena orang kalau sudah semakin tahu, dia akan
tahu semakin sedikit yang dia tahu. Walaupun saya sadar, tahu saya selama ini
sangat terbatas. Tapi setidaknya saya sudah tahu bahwa saya pernah menyampaikan
perintah membaca yang menurut keyakinan saya ini.
Membaca adalah
proses berpikir. Jadi, memang terkadang membaca itu perlu juga latihan. Dan
saya tahu betul, bagi teman saya yang tidak terlalu suka membaca buku. Apalagi
buku teks serius. Sebagai contoh, buku teks untuk kuliahan, itu membacanya
memang butuh energi ekstra. Latihan adalah kuncinya. Ala bisa karena biasa.
Kalau hari ini bisa baca 1 halaman, besoknya dua halaman. Cantiknya itu, kita
membaca satu bab dengan sekali duduk.
Begitu banyak
peran pemerintah dalam menggalakan supaya masyarakatnya agar mau membaca.
Sebagai contoh, dibangunnya gedung perpustakaan, pemilihan duta baca, hingga
lomba menulis dan baca puisi. Semua itu adalah upaya-upaya untuk meningkatkan
gairah membaca. Bukan hanya itu, komunitas sastra dan club kepenulisan juga
banyak yang mewarnai dunia literasi Kalbar ini.
Saya berterimakasih
sekali dengan perpustakaan daerah, sebab dengan banyaknya koleksi-koleksi buku,
saya bisa menyelesaikan pendidikan sarjana saya ini. Dan saya tidak menafikan
peran perpustakaan yang ada di kampus. Semua sangat membantu. Bahkan berkat
beberapa buku tentang motivasi membaca dan menulis itulah saya mampu menulis
dan tentunya menjadi rajin membaca. Sesuai dengan kapasitas saya. Ya, walaupun,
saya akui saya ini orangnya tidak terlalu rajin amat, tapi ada beberapa teman
yang mengatakan bahwa Rahmat itu suka amat membaca dan menulisnya.

Belum ada tanggapan untuk "Sang Motivator"
Posting Komentar