Mesin Waktu


Pelajaran fisika waktu Mts dan Aliyah dulu memang terasa biasa saja. Dari memahami konsep hingga rumus. Dari memahami soal, mencari untuk diketahui dan barulah kita jawab dengan rumusnya yang saya anggap mata pelajaran paling sulit waktu itu.

Enam tahun dijejali oleh rumus-rumus fisika yang absurd untuk diterapkan bagi saya waktu itu. Dari mengetahui gaya, pergesekan, hukum Newton I sampai III, termodinamika, elektromagnetik,  pergerakan antar planet dan teori relativitas Einstein.

Waktu menjawabnya, tak ada yang sia-sia di dunia ini. Kata dosen saya, “apa yang kita petik hari ini adalah hasil tanaman kita dimasa lalu”.

Berbicara tentang masa lalu, memang tak ada penyesalan di awal, selalu diakhir. Dan kalau di awal itu namanya rencana. Begitu kata orang bijak. Mereka yang mati-matian berusaha saja masih menyesal, sebab belum maksimal berbuat dimasa lalu, katanya. Apalagi yang tak berbuat apa-apa.

Masa kini mengingatkan saya bahwa untuk selalu berbuat sebaik semaksimal semampu saya. Apapun urusan itu. Semoga kita tetap selalu professional dalam hal apapun. Karena waktu takkan terulang kembali.

Dalam Al-Quran, Allah mengingatkan demi masa, demi waktu, dan demi fajar, Nabi Muhammad mengingatkan kita bahwa yang paling jauh itu adalah masa lalu. Mengisyaratkan betapa pentingnya waktu. Sholat lima kali sehari adalah juga untuk mengingatkan manusia untuk menghargai waktu.

Kalau Anda pernah menonton film Time Traveller, Timeline, Predestination, Kungfu Traveller dan sederet film Barat dan Jepang yang banyak menceritakan tentang mesin waktu. Bahwa dengan mesin waktu, kita bisa melihat masa lalu dan masa depan serta kejadian-kejadian yang beratus tahun lamanya.

Tidak salah lagi menurut saya bahwa film-film tersebut diatas terinspirasi dari teori Relativitasnya Albert Einstein. Jika kita mampu melaju dengan kecepatan melebihi cahaya. Dalam hal ini kendaraan yang super cepat, bisa dibuat, maka sudah barang tentu orang-orang bisa ke masa lalu dan ke masa depan.

Sejatinya kalau itu benar-benar terjadi yang entah kapan. Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Lagi-lagi saya bicara hanya waktu yang bisa menjawabnya. Terlepas dari itu semua, semoga dengan tulisan ini kita bisa menjadi orang-orang yang bisa memanfaatkan waktu hidup ini sebaik dan seoptimal mungkin. Pepatah Arab, waktu adalah pedang. Inggris, waktu adalah uang. Intinya, waktu itu bisa mengibas kita bagaikan pedang dan bisa saja membuat kita bergelimang harta dan uang.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mesin Waktu"

Posting Komentar