Pelajaran fisika
waktu Mts dan Aliyah dulu memang terasa biasa saja. Dari memahami konsep hingga
rumus. Dari memahami soal, mencari untuk diketahui dan barulah kita jawab
dengan rumusnya yang saya anggap mata pelajaran paling sulit waktu itu.
Waktu
menjawabnya, tak ada yang sia-sia di dunia ini. Kata dosen saya, “apa yang kita
petik hari ini adalah hasil tanaman kita dimasa lalu”.
Berbicara
tentang masa lalu, memang tak ada penyesalan di awal, selalu diakhir. Dan kalau
di awal itu namanya rencana. Begitu kata orang bijak. Mereka yang mati-matian
berusaha saja masih menyesal, sebab belum maksimal berbuat dimasa lalu,
katanya. Apalagi yang tak berbuat apa-apa.
Masa kini
mengingatkan saya bahwa untuk selalu berbuat sebaik semaksimal semampu saya.
Apapun urusan itu. Semoga kita tetap selalu professional dalam hal apapun.
Karena waktu takkan terulang kembali.
Dalam Al-Quran, Allah
mengingatkan demi masa, demi waktu, dan demi fajar, Nabi Muhammad mengingatkan
kita bahwa yang paling jauh itu adalah masa lalu. Mengisyaratkan betapa
pentingnya waktu. Sholat lima kali sehari adalah juga untuk mengingatkan
manusia untuk menghargai waktu.
Kalau Anda
pernah menonton film Time Traveller, Timeline, Predestination, Kungfu Traveller
dan sederet film Barat dan Jepang yang banyak menceritakan tentang mesin waktu.
Bahwa dengan mesin waktu, kita bisa melihat masa lalu dan masa depan serta
kejadian-kejadian yang beratus tahun lamanya.
Tidak salah lagi
menurut saya bahwa film-film tersebut diatas terinspirasi dari teori
Relativitasnya Albert Einstein. Jika kita mampu melaju dengan kecepatan
melebihi cahaya. Dalam hal ini kendaraan yang super cepat, bisa dibuat, maka
sudah barang tentu orang-orang bisa ke masa lalu dan ke masa depan.
Sejatinya kalau
itu benar-benar terjadi yang entah kapan. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.
Lagi-lagi saya bicara hanya waktu yang bisa menjawabnya. Terlepas dari itu
semua, semoga dengan tulisan ini kita bisa menjadi orang-orang yang bisa
memanfaatkan waktu hidup ini sebaik dan seoptimal mungkin. Pepatah Arab, waktu
adalah pedang. Inggris, waktu adalah uang. Intinya, waktu itu bisa mengibas
kita bagaikan pedang dan bisa saja membuat kita bergelimang harta dan uang.

Belum ada tanggapan untuk "Mesin Waktu"
Posting Komentar